ASSALAMUALAIKUM...
Belanga panas sentiasa panas....biarkan ia terus panas, jika belanga sejuk tiadalah makanan hari ini untuk suami dan anak-anak...
Rezeki ketentuan Ilahi...ramai yang menganggap rezeki hanyalah dalam bentuk wang dan harta benda, rezeki anugerah Allah dalam pelbagai bentuk....suami yang soleh, isteri yang solehah, mertua yang penyayang, rumah yang selesa, badan yang sihat...Allahuakbar. Kadangkala ada hambanya yang mendapat segala nikmat, tetapi ada juga yang hanya dapat hanya satu...tabahlah itulah yang dikatakan rezeki masing-masing. Janganlah sampai ada antara kita yang menganggap orang yang kurang rezekinya adalah hamba yang dilaknat Allah...hamba yang cela. Siapalah kita untuk menghukum sesama kita..
Sahabat-sahabat belanga panas yang takutkan panas api Neraka, marilah kita berzikir mudah-mudahan pintu rezeki kita dibuka lebih luas supaya boleh kita kongsikan bersama hamba Allah yang serba kekurangan....
1. Memperbanyak Membaca “La hawla Wala Quwwata Illa billah “
Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak
mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah
( HR. At Tabrani )
2. Membaca ” La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin”
Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur.
(HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami).
3. Melazimkan BerIstighfar
“Barangsiapa melazimkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezki dari arah yang tidak diduga-duga”
( HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah )
4. Membaca Surat Al-Ikhlas
“Barangsiapa mmbaca Surat Al Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya
( HR. AtTabrani )
5. Membaca Surat Al-Waqiah
“Barangsiapa mmbaca surat AlWaqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup"
(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab AlIman)
6. Memperbanyak Selawat Atas Nabi.
“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan , bila telah berlalu sepertiga malam,
Rasulullah Salallahu’alaihiwassalam berdiri seraya bersabda : “Wahai Manusia Berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya”
7. Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim.
Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yg bertasbih kepada Allah Ta’ala
sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu”
(HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)
Sumber : -Ihya Ulumiddin – Imam AL GHAZALI
Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak
mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah
( HR. At Tabrani )
2. Membaca ” La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin”
Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur.
(HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami).
3. Melazimkan BerIstighfar
“Barangsiapa melazimkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezki dari arah yang tidak diduga-duga”
( HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah )
4. Membaca Surat Al-Ikhlas
“Barangsiapa mmbaca Surat Al Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya
( HR. AtTabrani )
5. Membaca Surat Al-Waqiah
“Barangsiapa mmbaca surat AlWaqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup"
(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab AlIman)
6. Memperbanyak Selawat Atas Nabi.
“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan , bila telah berlalu sepertiga malam,
Rasulullah Salallahu’alaihiwassalam berdiri seraya bersabda : “Wahai Manusia Berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya”
7. Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim.
Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yg bertasbih kepada Allah Ta’ala
sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu”
(HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)
Sumber : -Ihya Ulumiddin – Imam AL GHAZALI
No comments:
Post a Comment